
Bajubang (MTsN 4 Batanghari) - Pada Senin (13/10), suasana penuh semangat tampak di lingkungan MTsN 4 Batanghari. Ibu Hartatik dan Ibu Asmia dengan antusias mengantarkan pesanan kacang panjang hasil panen lahan madrasah kepada para orang tua siswa dan rekan kerja dari sekolah lain.
Lahan kebun kacang panjang ini merupakan hasil kelolaan agen perubahan “Kitela” (Kita Tengok Lahan) yang dipelopori oleh Bapak Hariyanto dan Ibu Nani. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata dari inovasi dan kreativitas madrasah dalam mengelola lahan agar produktif, edukatif, dan bernilai ekonomi.
Menurut Ibu Hartatik, kegiatan pengantaran hasil panen bukan hanya sekadar menjual hasil kebun, tetapi juga membangun jiwa kewirausahaan di lingkungan madrasah. “Program Kitela memberi banyak pelajaran tentang kerja sama, tanggung jawab, dan semangat berwirausaha. Hasil panen ini adalah bukti bahwa madrasah bisa mandiri dan berdaya,” ujarnya bangga.
Senada dengan itu, Ibu Asmia menambahkan bahwa program ini juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang bagaimana mengelola, memasarkan, dan memanfaatkan hasil pertanian dengan bijak. “Dari menanam, merawat, memanen hingga memasarkan — semua menjadi proses pembelajaran yang sangat bermakna,” tuturnya.
Program Kitela (Kita Tengok Lahan) yang digagas oleh Bapak Hariyanto dan Ibu Nani ini kini menjadi contoh praktik baik kewirausahaan di madrasah. Selain mengajarkan keterampilan bertani, program ini menanamkan nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Barang siapa menanam kebaikan, maka ia akan memetik hasilnya.”
Seperti halnya tanaman yang tumbuh, setiap usaha baik yang dilakukan akan terus menumbuhkan manfaat bagi banyak orang.
Semangat ini terus tumbuh di MTsN 4 Batanghari — madrasah yang tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam nilai-nilai kehidupan dan kemandirian di hati para siswanya. (Iqom)
|
72x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...