Selamat Datang di Website Resmi MTsN 4 Batang Hari # ** Selamat Datang di Website MTsN 4 Batang Hari Kecamatan Bajubang** Zona Integritas Wilayah Bebas Dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani** Madrasah Maju Bermutu Mendunia

Akademik: Opini Tenaga Pendidik


MENGENAL BULLYING UNTUK DIHINDARI KAPAN DAN DIMANA SAJA

MUNIRIN

 

                Bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan untuk mendominasi atau mengintimidasi orang lain yang dianggap lebih lemah. Bullying dapat terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah dan kerja.

Bullying dapat menimbulkan berbagai permasalahan, di antaranya:

  • Dampak pada korban: Bullying dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti gangguan cemas, depresi, dan post-traumatic stress disorder (PTSD). Bullying juga dapat menyebabkan trauma panjang yang memengaruhi penyesuaian diri anak dengan lingkungan, terutama sekolah. 
  • Dampak pada pelaku: Bullying dapat menyebabkan gangguan emosi, berisiko menjadi pecandu alkohol dan obat-obatan terlarang, dan sulit mendapatkan pekerjaan saat beranjak dewasa. 
  • Dampak pada penonton: Bullying juga dapat berdampak buruk bagi penonton tindakan tersebut. 

                Pengertian bullying adalah tindakan agresif yang biasanya dilakukan seseorang untuk mengintimidasi atau mendominasi orang lain yang dinilai lebih lemah. Perilaku penyimpangan sosial ini dapat terjadi di mana saja, mulai dari lingkungan sekolah hingga lingkungan kerja.

                Seseorang yang dianggap lemah sering kali menjadi target bully. Dalam kegiatan sehari-hari, orang yang di-bully akan merasa kesulitan dalam mempertahankan dan melindungi dirinya sendiri. Lantas, apa yang membuat seseorang melakukan bullying dan bagaimana cara mencegahnya? Simak pembahasan tentang apa itu bullying, hingga jenis-jenis bullying di bawah ini.

  • PENGERTIAN

Apa itu Bullying?

Menurut American Psychological Association, pengertian bullying adalah suatu bentuk tindakan agresif yang dilakukan seseorang dengan sengaja dan berulang kali dengan tujuan untuk melukai atau mengakibatkan ketidaknyamanan pada orang lain. Bullying bisa dilakukan secara fisik, lisan, maupun cara lain yang lebih halus seperti memaksa atau memanipulasi.

Bullying adalah tindakan penindasan yang sering kali dilakukan secara berkelompok. Pada lingkungan sekolah, kelompok yang melakukan bullying cenderung merasa berkuasa dan menganggap anak lain lebih lemah dari mereka. Hal yang sama juga dapat ditemukan di lingkungan kerja dan sosial lainnya. Orang-orang dengan kekuasaan memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan penindasan.

Adapun beberapa contoh yang sulit dideteksi tentang bullying adalah intimidasi, ancaman, dan pengucilan. Meski tidak meninggalkan bekas fisik, tindakan-tindakan bullying tersebut tetap berdampak negatif terhadap kesehatan mental korban.

  • PENYEBAB BULLYING

         Keinginan untuk melakukan bullying tidak muncul dengan sendirinya. Faktor penyebabnya dapat berasal dari lingkungan keluarga, sosial, maupun diri sendiri. Adapun beberapa penyebab seseorang melakukan bullying adalah sebagai berikut:

  • Melihat orang tua yang sering bertengkar.
  • Pola asuh orang tua yang tidak sehat (terlalu dibebaskan, terlalu keras, maupun kekurangan kasih sayang dan perhatian).
  • Pernah menjadi korban tindak kekerasan/bullying.
  • Memiliki rasa percaya diri yang rendah.
  • Sulit dalam bersosialisasi.
  • Cemburu dengan orang lain.
  • Ingin diterima dalam pergaulan.
  • Pengaruh dari orang-orang sekitarnya untuk ikut melakukan bullying.
  • Pengaruh dari game atau tontonan yang tidak sesuai dengan usianya.
  • Merasa lebih baik dengan menggunakan kekuatan fisik untuk melampiaskan amarah atau balas dendam.
  • Selalu ingin mendominasi dan berkuasa atas orang lain.
  • Tidak bisa mengontrol diri.

 

  • JENIS-JENIS BULLYING

               Terdapat beberapa jenis bullying yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sosial anak maupun orang dewasa, seperti bullying secara fisik, lisan, sosial, hingga di internet yang  biasa disebut dengan cyberbullying. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai masing-masing jenis bullying adalah:

  • Bullying secara Fisik

                Bullying yang dilakukan secara fisik biasanya meninggalkan bekas luka di bagian tubuh, seperti memar. Adapun beberapa contoh tindakan bullying yang dilakukan secara fisik adalah memukul, menendang, menjegal, mencubit, atau mendorong seseorang.

Selain melukai tubuh seseorang, perusakan barang berharga juga termasuk jenis bullying fisik yang dilakukan secara tidak langsung. Sebagai contoh, merusak mobil atau mencoret-coret tembok rumah seseorang untuk melampiaskan rasa kesal.

  • Bullying secara Lisan (Verbal)

                Tindakan bullying juga bisa dilakukan secara lisan, seperti menghina, mengejek, dan mengolok orang lain. Meskipun tidak meninggalkan luka yang terlihat secara fisik, bullying secara lisan ini merupakan jenis pelecehan yang ditargetkan (targeted harassment) yang pada akhirnya dapat berujung pada tindakan kekerasan fisik.

                Bagi sebagian orang, bullying verbal dinilai lebih berbahaya dari bullying fisik karena tipe bullying ini dapat menghancurkan harga diri dan citra diri korban. Kata-kata menyakitkan yang ditujukan untuk korban bisa membekas di hati dalam waktu yang lama dan memengaruhi kesehatan jiwa nya.

  • Bullying secara Sosial

                 Bullying yang dilakukan secara sosial biasanya tidak mudah dideteksi. Maka dari itu, jenis bullying ini sering dikenal sebagai penindasan terselubung (covert bullying). Tujuannya adalah untuk merusak reputasi seseorang dalam lingkungan sosial. Adapun contoh-contoh bullying secara sosial adalah:

  • Menyebarkan kebohongan atau gosip tentang seseorang.
  • Melontarkan lelucon untuk mempermalukan dan menghina orang lain.
  • Mendorong orang lain di sekitar untuk mengucilkan seseorang.
  • Tatapan sinis yang ditujukan untuk mengintimidasi secara halus.

 

  • Bullying di Internet (Cyberbullying)

                 Cyberbullying adalah bentuk tindakan agresif yang ditujukan kepada seseorang melalui teknologi digital. Umumnya, cyberbullying terjadi di media sosial, game online, dan platform lain yang menyediakan kolom interaksi. Bullying di sini tidak dilakukan dengan tatap muka, melainkan secara virtual atau online. Adapun contoh dari cyberbullying adalah:

 Mengirimkan teks, email, gambar, atau video yang isinya mengejek, mengancam, bernada kasar, berbau seksual, dan agresif.

  • Mengucilkan seseorang dalam lingkup pertemanan online dengan sengaja.
  • Menyebarkan kebohongan atau aib tentang seseorang di media sosial.
  • Meniru orang lain dengan menggunakan foto dan informasi pribadi mereka.
  • Mengunggah klip pribadi tanpa consent dengan tujuan mempermalukan seseorang, seperti revenge porn.
  • CARA MENGATASI BULLYING

                 Orang tua perlu mengambil peran aktif untuk mengatasi tanda-tanda perlakuan bullying yang ada pada anak. Beberapa cara untuk menangani anak yang terindikasi melakukan bullying adalah:

 Lebih Dekat dengan Anak

                 Pola asuh orang tua memiliki peran penting di sini dan perlu disesuaikan dengan kebutuhan emosional anak. Mulailah mendekati anak dan cobalah membangun hubungan komunikasi yang lebih baik. Hal ini juga akan mendorong anak untuk mau menjadi lebih terbuka, sehingga orang tua dapat mengidentifikasi sumber masalah yang berujung pada tindakan bullying.

  • Mengajari Anak Cara Mengendalikan Stres

               Apabila tindakan bullying yang dilakukan anak merupakan cara mereka untuk melampiaskan stres, maka orang tua perlu mengajari anak cara mengendalikan stres dengan mencari dan melakukan kegiatan positif. Adapun kegiatan-kegiatan aktif, seperti berolahraga, menghabiskan waktu di alam, atau bermain dengan hewan, dapat menjadi pilihan untuk membantu anak mengendalikan stres.

  • Mengawasi Penggunaan Gawai pada Anak

              Screen time pada anak perlu dibatasi agar ia tidak menggunakan gawai terlalu lama. Hal ini berguna untuk mencegah si kecil menonton konten-konten berbahaya atau tidak sesuai usia yang dapat memicu dirinya melakukan tindakan bullying. Untuk mempermudah pengawasan konten-konten yang dikonsumsi anak, sebaiknya orang tua mengaktifkan fitur filter konten yang tersedia di aplikasi terkait.

  • Mendisiplinkan Anak Tanpa Kekerasan

               Apabila anak menunjukkan tanda-tanda melakukan bullying, orang tua perlu turun tangan dan mendisiplinkan anak dengan segera. Namun, hindari cara mendisiplinkan anak dengan kekerasan.  Orang tua dapat mendisiplinkan anak melalui cara-cara yang positif seperti membiasakan anak dengan keteraturan dan rutinitas, menjelaskan kepada anak mengenai konsekuensi dari kesalahan yang dibuat, atau memberikan pujian atas perilaku baik anak.

  • CARA MENCEGAH BULLYING

                       Untuk mencegah terjadinya bullying yang dilakukan oleh atau kepada anak, orang tua dapat menerapkan hal-hal, seperti mengajari anak tentang arti bullying, menumbuhkan rasa percaya diri anak, dan menjadi contoh yang baik bagi anak. Adapun penjelasan selengkapnya tentang bagaimana cara mencegah bullying adalah:

  • Mengajari Anak tentang Bullying

            Anak perlu mengetahui bahwa menindas orang lain atau bullying adalah hal yang tidak baik. Berikan contoh bahwa memukul teman atau menghina orang lain sebagai lelucon adalah hal yang tidak baik dan tidak terhormat, serta dapat menimbulkan trauma bagi para korbannya. Dengan begitu, anak dapat mengerti dan tidak melakukan tindakan agresif kepada orang lain.

  • Membangun Rasa Percaya Diri pada Anak

            Bullying bisa terjadi karena rasa percaya diri yang rendah. Untuk itu, cobalah bangun rasa percaya diri anak dengan mendorongnya melakukan hal-hal yang positif dan disukai di sekolah. Sebagai contoh, dukung anak untuk mengembangkan kemampuan musiknya dengan mengikuti klub musik di sekolahnya.

  • Menjadi Contoh yang Baik kepada Anak

                  Orang tua perlu memberikan contoh yang baik kepada anak. Oleh karena itu, sikap baik dan rasa hormat perlu ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal sederhana seperti menyapa tetangga ketika berpapasan atau menolong orang bisa menanamkan nilai kebaikan dan empati pada anak.      

               Sekian pembahasan tentang bullying yang penting untuk diketahui.

 

PENTINGNYA MENJAGA KEBERSIHAN

LINGKUNGAN MADRASAH

By Nani 

Islam adalah agama Rahmatan lil Alamin yang memberi keberkahan kepada seluruh manusia maupun alam semesta sehingga ia mengatur segala aspek kehidupan termasuk didalamnya Kesehatan, kebersihan lingkungan dan lain sebagainya. Menjaga kebersihan merupakan salah satu hal yang dianjurkan dalam agama Islam. Kebersihan mempunyai kaitan yang erat dengan Kesehatan, salah satunya dengan membudayakan hidup yang bersih baik itu kebersihan jasmani seperti pakaian, makanan, minuman dan lingkungan maupun kebersihan Rohani yang merupakan syarat mutlak untuk hidup sehat.

Dalam Islam, menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari iman dan ibadah kepada Allah SWT. Islam memandang bahwa alam adalah ciptaan Allah yang harus di jaga dan disyukuri. Kebersihan lingkungan tidak hanya demi estetika tetapi juga merupakan bagian dari Ibadah kepada Alaah SWT.

Kebersihan lingkungan Madrasah akan mempengaruhi Kesehatan kita. Tak hanya itu, Madrasah yang bersih juga dapat menaikkan nilai akademisi dan semangat belajar siswa. Menjaga kebersihan lingkungan rumah, Madrasah, dan alam sekitar adalah salah satu tanggung jawab terhadap lingkungan. Sangat penting untuk menjaga kebersihan Madrasah agar siswa tetap aman dan nyaman selama berada di lingkungan Madrasah.

Meski tidak berhubungan langsung, lingkungan Madrasah yang bersih akan membuat peserta didik belajar dengan nyaman dan pada akhirnya berdampak positif pada siswa. Menjaga kebersihan Madrasah merupakan tanggung jawab Bersama. Bukan hanya petugas  kebersihan, kebersihan lingkungan madrasah menjadi tanggung jawab guru maupun seluruh siswa. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa lingkungan madrasah yang positif akan membuat angka kehadiran, nilai ulangan, dan tingkat kelulusan di madrasah tersebut tinggi. Menjaga kebersihan lingkungan Madrasah juga dapat membantu memastikan siswa tidak tertular penyakit. Oleh sebab itu siswa harus dididik untuk menjaga kebersihan diri maupun lingkungan Madrasah agar kondisi fisik dan mentalnya tetap terjaga dengan baik.

Manfaat menjaga kebersihan lingkungan madrasah

Ketika lingkungan madrasah bersih, manfaatnya bukan hanya  akan dirasakan  oleh peserta didik maupun guru yang sering berkegiatan di madrasah tersebut, melainkan juga Masyarakat. Berikut beberapa manfaat menjaga kebersihan lingkungan madrasah dilihat dari subjeknya :

  1. Bagi peserta didik

Seperti disinggung di atas, kebersihan lingkungan madrasah dapat meningkatkan kesehatan dan semangan siswa dalam belajar. Siswa pun menjadi tidak mudah sakit sehingga tidak sering absen di dalam kelas dan mampu mengikuti pembelajaran dengan baik.

  1. Bagi guru dan warga madrasah lainnya

Kebersihan lingkungan madrasah dapat menaikkan nilai akademis siswa sehingga secara tidak langsung juga menaikkan citra guru maupun reputasi madrasah itu sendiri. Selain itu, biaya Kesehatan yang harus dikeluarkan orangtua juga bisa berkurang karena anak beraktivitas di lingkungan madrasah yang bersih

  1. Bagi Masyarakat sekitar

Kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan madrasah dapat menular ke masyarakat sekitar yang diharapkan mencontoh pola hidup bersih warga madrasah tersebut. Masyarakat sekitar madrasah juga tidak akan rentan terkena penyakit yang berhubungan dengan buruknya kebersihan, seperti diare hingga demam berdarah.

 

 

 

DAMPAK NEGATIF GADGET BAGI ANAK

 

By DESTIA

 

Gadget di zaman globalisasi ini seringkali dianggap sebagai kebutuhan sekunder bahkan primer. Jarang sekali kita temui orang dewasa yang tidak memiliki gadget. Begitu pula di kalangan anak-anak, meski belum memiliki penghasilan sendiri, namun sebagian besar anak-anak saat ini memiliki gadget sendiri. Dengan berbagai alasan, seperti untuk berkomunikasi, belajar, dan bermain game online.

Gadget adalah istilah yang merujuk kepada perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus. Kata gadget sendiri berasal dari bahasa Inggris yang diartikan sebagai gawai dalam bahasa Indonesia. Selain itu, gadget juga kerap dihubungkan dengan ponsel pintar atau smartphone.

Tak dapat dipungkiri, gadget memiliki banyak manfaat yang bisa membantu mempermudah berbagai kegiatan. Namun, ada dampak negatif yang harusnya kita waspadai dari penggunaan gadget pada anak-anak.

Dikutip dari Laman web Kemenkes Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, berikut ini dampak negatif pengunaan gadget pada anak:

  1. Bahaya/resiko radiasi

Pengaruh gadget untuk anak yaitu bahaya paparan radiasi, paparan radiasi dari gadget sangat berbahaya bagi kesehatan dan perkembangan anak. Radiasi gadget sangat beresiko mengakibatkan gangguan terhadap perkembangan otak dan sistem imun anak. Anak-anak lebih rentan terhadap resiko radiasi dibandingkan orang dewasa. Selain radiasi sinyal yang terpancar dari gadget, pancaran cahaya monitornya juga tidak baik bagi anak

  1. Hambatan terhadap perkembangan.

Anak yang memiliki ketergantungan dengan gadget cenderung akan mengalami hambatan dan proses perkembangannya. Hal ini karena anak yang asyik bermain gadget jarang bergerak sehingga membuat proses pertumbuhan.

  1. Lambat memahami pelajaran

Kebiasaan anak yang asyik dengan gadget akan berpengaruh terhadap kemampuan otak dalam menangkap informasi. Salah satunya yaitu ketika anak mendapat pelajaran dikelas cenderung sulit untuk memahami apa yang sudah disampaikan guru. Selain itu, anak juga cenderung malas untuk belajar dan membaca buku akibat dari kecenderungan untuk bermain gadget sehingga prestasi akademik menurun.

  1. Beresiko terhadap perkembangan psikologis anak

Terkadang sebagian game ataupun tontonan pada gadget memperlihatkan kekerasan sehingga hal ini berdampak negatif bagi perkembangan psikologis anak. Hal ini membuat anak lebih cenderung ingin melakukan hal yang ditonton/diaminkannya didunia nyata.

 


Salat Diawal Waktu  Membentuk Karakter Disiplin

Oleh: Bukhori



Salat adalah ibadah yang tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga sarana pendidikan karakter. Allah Swt. berfirman:

“Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103)

Ayat ini menegaskan bahwa salat memiliki aturan waktu yang jelas. Orang yang menjaga salat di awal waktu berarti sedang melatih dirinya untuk taat aturan, menghargai waktu, serta menanamkan sikap disiplin. Rasulullah saw. pun bersabda ketika ditanya tentang amal yang paling utama:

“Salat pada waktunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi dasar bahwa melaksanakan salat tepat waktu, bahkan di awal waktu, adalah amal yang sangat dicintai Allah. Lebih dari itu, kebiasaan ini menjadi jalan membentuk pribadi yang disiplin, teratur, dan bertanggung jawab.

Salat Awal Waktu: Landasan Disiplin Sejati

Disiplin adalah kunci keberhasilan dalam belajar maupun bekerja. Seseorang yang terbiasa disiplin akan mudah mencapai cita-cita karena mampu mengatur waktu dan menepati kewajiban. Nah, salat yang wajib dikerjakan lima kali sehari sudah menjadi “jadwal tetap” bagi setiap muslim.

Dengan melaksanakan salat di awal waktu, seorang muslim dilatih untuk:

  1. Menghargai waktu – tidak menunda hingga terlambat.
  2. Menepati janji kepada Allah – karena setiap panggilan azan adalah perintah yang harus segera dijawab.
  3. Konsisten (istiqamah) – dilakukan terus-menerus, bukan hanya sesekali.
  4. Mengendalikan diri – mendahulukan kewajiban daripada urusan lain.

Inilah esensi disiplin yang sesungguhnya: mampu mengatur diri sendiri agar patuh pada aturan, bukan karena diawasi, melainkan karena kesadaran iman.

Peran Guru: Teladan Disiplin bagi Siswa

Bagi seorang guru, melaksanakan salat di awal waktu memiliki dua fungsi. Pertama, sebagai kewajiban pribadi yang harus ditunaikan dengan penuh kesadaran. Kedua, sebagai teladan nyata bagi para siswa. Guru yang konsisten menjaga salat tepat waktu secara tidak langsung sedang mendidik siswanya untuk meniru hal yang sama.

Keteladanan guru lebih kuat daripada sekadar nasihat. Jika siswa melihat gurunya bersegera menuju masjid atau mushala ketika azan berkumandang, mereka akan termotivasi melakukan hal yang sama. Dengan demikian, salat di awal waktu bukan hanya ibadah pribadi, tetapi juga pendidikan karakter melalui contoh nyata.

Manfaat bagi Siswa: Disiplin yang Mengiringi Kesuksesan

Siswa yang terbiasa salat di awal waktu akan merasakan banyak manfaat, terutama dalam membangun disiplin. Beberapa manfaat itu antara lain:

  • Terlatih menghargai waktu. Siswa tidak mudah menunda pekerjaan, termasuk tugas sekolah.
  • Terbiasa mengatur jadwal. Kegiatan belajar, bermain, dan istirahat bisa lebih seimbang karena terbiasa mengutamakan hal yang wajib lebih dulu.
  • Meningkatkan tanggung jawab. Siswa sadar bahwa setiap kewajiban, baik kepada Allah maupun kepada guru dan orang tua, harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan.
  • Membentuk pribadi yang teratur. Siswa tidak hidup seenaknya, tetapi terikat pada aturan yang jelas.

“Siapa yang disiplin dalam salatnya, maka ia akan disiplin dalam hidupnya.”

Kutipan ini mengingatkan bahwa salat adalah pusat latihan kedisiplinan. Jika siswa mampu mengatur dirinya untuk selalu salat tepat waktu, maka ia juga akan mampu mengatur hidupnya untuk mencapai kesuksesan.

 

 Contoh Nyata di MTsN 4 Batang Hari

Di MTsN 4 Batang Hari, pembiasaan salat di awal waktu sudah menjadi bagian dari kegiatan rutin sekolah. Setiap waktu zuhur, guru dan siswa bersama-sama menuju musala untuk melaksanakan salat berjamaah.

Sebelum salat dimulai, biasanya ada tausiyah singkat dari guru yang berisi pesan akhlak dan motivasi ibadah. Setelah itu, seluruh siswa berbaris rapi, menjaga ketenangan, dan melaksanakan salat dengan penuh kekhusyukan. Proses sederhana ini ternyata mengandung banyak nilai pendidikan: kedisiplinan, keteraturan, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab.

Dengan kebiasaan ini, siswa belajar bahwa disiplin bukan hanya soal menaati peraturan sekolah, tetapi juga tentang kepatuhan kepada Allah. Maka tidak heran, siswa yang rajin menjaga salat tepat waktu biasanya juga lebih disiplin dalam belajar, hadir tepat waktu di kelas, serta menyelesaikan tugas dengan baik.

Penutup

Membiasakan salat di awal waktu adalah langkah sederhana namun sangat besar dampaknya. Ia bukan hanya ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga sekolah kehidupan yang melatih manusia untuk disiplin, menghargai waktu, dan bertanggung jawab.

Bagi guru, salat di awal waktu adalah teladan nyata. Bagi siswa, ia adalah latihan pembentukan karakter sejak dini. Jika kebiasaan ini terus dijaga di MTsN 4 Batang Hari, baik melalui salat berjamaah di mushala maupun di rumah masing-masing, maka akan lahir generasi yang disiplin, tertib, dan berakhlak mulia – generasi yang siap sukses dalam pendidikan, karier, dan kehidupan bermasyarakat.

 

 


Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MTsN 4 Batang Hari

https://maps.app.goo.gl/m1ikhd8B2TUPhjeN6
Mars Madrasah