
Bajubang (Wakahumas) – Senin (06/01) seluruh guru, pegawai dan siswa/i MTsN 4 Batang Hari melaksanakan Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi yang ke-63 Tahun 2020 dimana yang bertindak sebagai pembina upacara Kepala Madrasah dan para petugas upacara dari OSIS/M MTsN 4 Batang Hari.
Dengan mengenakan pakaian teluk belango Upacara berlangsung dengan khitmad dan lancar walaupun terik matahari menyengat ke seluruh tubuh para siswa/i MTsN 4 Batang Hari akan tetapi, mereka tetap semangat mengikuti serangkaian Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi yang ke-63 ini.
Kepala Madrasah Ibu Nurhayana dalam amanatnya menyampaikan kepada peserta didik dalam bahasa adat jambi, Yang saya hormati Bapak Kepala TU MTsN 4 Batang Hari, Bapak /ibu para Wakil Kepala yang saya hormati ... Yang dalam bahaso adat disebut dengan kayu tinggi ditengah negeri, batangnyo yang gedang tempat kito besandar, daunnyo yang rindang tempat kito belindung, rantingnyo yang kuat tempat kito bagantung, akarnyo yang teguh tempat kito bapijak. Selanjutnyo yang sayo hormati alim ulama yang ado di MTsN 4 Batang Hari dalam hal ini ado Bapak Drs. M. Hayat, Bapak Syamri, S.Pd.I, Bapak Bukhori, S.pd, Bapak Azuheri yang menjadi pegawai syara’ dan tokoh masyarakat di tempati kito. Yang dalam bahaso adat di sebut suluh sinar dalam negeri, yang menjadi penyinar diwaktu siang dan menjadi suluh atau penerang diwaktu malam. Yang menentukan alif lurus wau bungkuk, yang menentukan sah dengan batal, dan menentukan yang halal dengan haram. Bapak ibu para majelis guru ustadz ustazah, yang dalam bahaso adat disebut tuo tenganai, cerdik pandai pegi tempat bakato, balik tempat kito beberito. Anak-anak kami siswa-siswi MTsN 4 Batang Hari yang saya banggakan apobilo diimbau dio datang apobilo disuruh nyo pergi. Kecik sakti gedang batuah, kecik banamo gedang bagelar, kecik idak disebut namo gedang idak pulak di imbau gelarnyo. Alhamdulillah kiti hari ini dapat hadir di madrasah kito, halaman yang bepagar adat, tepian bepagar baso. Yang artinyo lembaga kito ini punyo aturan aturan ketiko kito memasuki madrasah kito ini, aturan kelembagaan yang tidak bertentangan dengan syara’ .
 “induk ruso bejalan duo bejalan dengan anak
Ampun doso kepado yang maha kuaso mohon maaf kepado kito nan banyak†.
Â
Tepat hari ini, tanggal (06/01), provinsi jambi akan berusia 63 tahun. Semoga provinsi jambi selalu menjadi rumah bagi keberagaman yang ada di indonesia, dan semoga provinsi jambi selalu menjadi provinsi yang aman bagi seluruh keberagaman yang ada di indonesia.
"karena rumah merupakan tujuan setiap orang untuk pulang, semoga provinsi jambi selalu menjadi rumah bagi keberagaman yang ada di indonesia. Semoga provinsi jambi selalu diberkahi oleh allah swt, tuhan yang maha esa," harapnya.
Â
"semangat 63 tahun provinsi jambi adalah semangat mempertahankan provinsi jambi sebagai rumah bagi keberagaman yang ada di indonesia. Rumah adat provinsi jambi, yaitu rumah kajang lako, yang merupakan kekhasan dari adat dan budaya di provinsi jambi. Warna biru dan ungu yang memililki makna keimanan, kesatuan lahir batin, kedamaian dan keteguhan.
"angka 6 dan angka 3 yang saling berkaitan melambangkan persatuan dan kesatuan yang utuh dan saling melengkapi. Sedangkan, warna kuning dan jingga yang memiliki makna inovasi, semangat pembaruan dan keterbukaan.
Â
Salah satu Misi Provinsi Jambi yaitu meningkatkan kualitas sdm yang sehat terdidik bebudaya agamis dan kesetaraan gender maka pada bidang pendidikan telah dilakukan berbagai upaya diantaranya wajib belajar 9 tahun diperpanjang menjadi 12 tahun serta mengurangi jumlah angka putus sekolah. Sejak Tahun 2016 pemerintah Prov. Jambi telah merumuskan dan melaksnaakn kegiatan pemberian beasiswa untuk 15 ribu orang selama 5 tahun.
Â
Peserta upacara yang berbahagia. Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah hari ini berulang tahun ke – 63, sebagai generasi penerus mari kita belajar dan perkenalkan budaya-budaya Jambi kepada dunia luar yang bisa membawa meningkatkan pengetahuan dan perkekonomian provinsi jambi.
Sebagai seorang pelajar mari kita belajar adat dan budaya jambi dan kita kembangkan di tempat kita berada, seperti seloko adat jambi, main kompangan dan sebagainya.â€tambahnya.
Lelah yang di rasakan oleh peserta upacara hilang ketika mendengar pantun dari Ibu Nurhayana dan di apresiasi meriah dengan tepukan tangan. (NS).
|
630x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...