
Bajubang, (Sabtu 8 November 2025) — Menjelang akhir musim tanam, kegiatan di lahan AP Kitela (Kita Tengok Lahan) milik MTsN 4 Batang Hari masih tampak padat. Meskipun mulai mengakhiri masa panen, lahan ini justru masih kebanjiran pesanan dari warga sekitar, khususnya masyarakat Bajubang yang akan mengadakan hajatan.
Pada hari ini, AP Kitela menerima dan menyiapkan pesanan sebanyak 20 kilogram hasil panen segar untuk memenuhi permintaan warga. Kegiatan panen dilakukan secara gotong royong oleh guru dan siswa MTsN 4 Batang Hari yang turut berpartisipasi dalam program ketahanan pangan sekolah.
Dua siswi, Tata dan Septi, menjadi bagian dari tim panen yang ikut membantu memetik hasil bersama para guru pendamping. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme generasi muda dalam mengenal dan mencintai dunia pertanian, sekaligus wujud nyata dari pembelajaran berbasis praktik lapangan.
Kepala MTsN 4 Batang Hari M.Husni Thamrin menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan program AP Kitela yang tidak hanya menghasilkan panen berkualitas, tetapi juga memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi siswa sekaligus bentuk kontribusi madrasah dalam mendukung kemandirian pangan lokal. Kami juga bersyukur karena hasil panen ini tetap diminati, bahkan di akhir musim,” ujarnya.
Program AP Kitela (Kita Tengok Lahan) merupakan salah satu inovasi madrasah dalam memanfaatkan lahan produktif milik madrasah. Selain menjadi wadah edukasi pertanian bagi siswa, hasil panennya juga membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar, terutama dalam momen-momen penting seperti hajatan dan acara keluarga.
Dengan semangat kerja sama antara guru, siswa, dan warga Bajubang, MTsN 4 Batang Hari berharap kegiatan AP Kitela terus berlanjut dan dapat menjadi contoh inspiratif bagi sekolah lain dalam mengembangkan potensi lingkungan sebagai sumber belajar dan penguatan ekonomi masyarakat.(NS)
|
60x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...