
Pada hari Jum’at (14/11) dicuaca yang cerah dan bersahaja, suasana di lingkungan MTsN 4 Batanghari tampak berbeda. Di sela waktu tidak mengajar, dua guru inspiratif, Ibu Lusi dan Ibu Iqom, memanfaatkan momen luang dengan kegiatan yang penuh semangat: memanen kacang panjang hasil kebun sederhana yang dirawat bersama.
Dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajah, keduanya tampak cekatan memetik kacang panjang yang tumbuh subur. Kegiatan ini bukan hanya sekadar panen, tetapi juga menjadi wujud nyata bagaimana seorang pendidik tetap produktif, positif, dan memberi teladan tentang pentingnya memanfaatkan waktu dengan baik.
“Rasanya menyenangkan sekali melihat tanaman yang dirawat dengan penuh cinta bisa dipanen kembali untuk kesekian kali. Ini jadi pelepas penat sekaligus pengingat bahwa setiap usaha pasti berbuah,” ujar Ibu Lusi dengan penuh antusias.
Sementara itu, Ibu Iqom menambahkan bahwa kegiatan seperti ini memberi energi tambahan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. “Walaupun tidak mengajar di kelas, waktu tetap bisa kita isi dengan hal yang bermanfaat. Semoga ini bisa jadi inspirasi bagi yang lain,” tuturnya sambil tersenyum.
Panen kacang panjang di hari Jum’at ini menjadi momen kecil namun penuh makna—mengajarkan bahwa produktivitas dan kebahagiaan bisa tumbuh dari hal-hal sederhana. Sebuah teladan yang lembut namun kuat bagi seluruh warga madrasah. (Iqom)
|
51x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...