
Bajubang, 29 November 2025. Ada kalanya kita lupa bahwa kenikmatan tidak selalu tumbuh dari gemerlap. Banyak yang mengira bahwa untuk merasa puas, kita harus berada di tempat yang mahal, menyentuh hal yang mewah, atau menikmati sesuatu yang tampak berkelas. Padahal, sering kali kelezatan sejati justru lahir dari kesederhanaan yang apa adanya. Dari semangkuk makanan hangat yang dimasak dengan sepenuh hati, dari gelak tawa yang mengalir tanpa dibuat-buat, dari suasana yang tidak perlu disempurnakan oleh dekorasi yang megah.
"Enak tidak mesti mewah" bukan sekadar kalimat, melainkan pengingat bahwa nilai rasa tidak diukur dari harga, tetapi dari ketulusan yang menyertainya. Ada kebahagiaan yang tak ternilai ketika kita duduk bersama orang yang membuat kita merasa nyaman, meski hanya berbagi hidangan sederhana.
Ada kehangatan yang tak bisa dibeli ketika berada dalam lesehan beralaskan daun pisang yang dipenuhi cerita, bukan sekadar hidangan mahal. Dan ada keindahan yang sulit dijelaskan ketika kesederhanaan menyatu dengan keikhlasan, menciptakan momen yang lebih berharga daripada semua kemewahan yang bisa dihadirkan.
Kadang, yang terlihat biasa ternyata menyimpan rasa luar biasa. Seperti sepiring hidangan sederhana, yang membuat siapa pun mengerti bahwa kenikmatan sejati tidak selalu datang dari kemewahan, melainkan dari hati yang tahu bagaimana merayakan hal-hal kecil. Hal inilah yang dirasakan oleh keluarga Besar MTsN 4 Batang Hari saat memeriah rangkaian HGN Tahun 2025.
Karena pada akhirnya, yang membuat sesuatu terasa enak bukanlah kemewahannya, melainkan rasa syukur yang hadir di setiap suapan, setiap tawa, dan setiap kebersamaan. Dalam sederhana, kita justru menemukan nikmat yang paling jujur. Munirin
|
55x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...