
Bajubang 1 Agustus 2026 - Memasuki Tahun Pelajaran 2026/2027, MTsN 4 Batanghari terus memperkuat layanan Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai bagian penting dalam mendukung perkembangan peserta didik secara utuh. Guru BK telah menyusun Jadwal Layanan Bimbingan dan Konseling yang terarah dan sistematis agar peserta didik memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan, baik dalam aspek pribadi, sosial, belajar maupun perencanaan karier.
Penyusunan jadwal tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan BK yang terencana, profesional, humanis, dan berkesinambungan. Secara umum, pelayanan konseling di madrasah ditujukan untuk membantu peserta didik berkembang secara optimal dan mandiri melalui layanan individual, kelompok maupun klasikal. Kementerian Agama juga memuat berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung BK, termasuk konseling perorangan, bimbingan/konseling kelompok, konsultasi, mediasi, konferensi kasus, kunjungan rumah, serta alih tangan kasus.
Dalam jadwal layanan tahun pelajaran ini, layanan klasikal menjadi salah satu bentuk pelayanan yang diberikan kepada peserta didik secara terjadwal di kelas. Layanan ini dapat digunakan untuk memberikan informasi dan penguatan mengenai berbagai kebutuhan perkembangan remaja, seperti pengembangan karakter, etika pergaulan, pencegahan perundungan, pengelolaan emosi, keterampilan belajar, hingga perencanaan studi lanjut. Praktik layanan klasikal juga telah diterapkan di berbagai madrasah sebagai sarana edukasi dan pengembangan diri peserta didik.
Selain layanan klasikal, tersedia layanan konseling individu bagi peserta didik yang membutuhkan ruang konsultasi secara lebih personal dan terjaga kerahasiaannya. Sementara itu, bimbingan dan konseling kelompok menjadi wadah bagi peserta didik untuk belajar berinteraksi, bertukar pengalaman, mengembangkan keterampilan sosial, dan menemukan alternatif penyelesaian masalah bersama dalam suasana yang kondusif.
Jadwal tersebut juga mencakup layanan konsultasi dan mediasi. Konsultasi dapat melibatkan pihak yang berkaitan dengan perkembangan peserta didik, sedangkan mediasi diarahkan untuk membantu menyelesaikan perbedaan atau konflik secara konstruktif. Dalam pelaksanaannya, layanan BK tetap mengedepankan asas profesional, termasuk asas kerahasiaan sehingga peserta didik dapat merasa aman dan nyaman ketika mendapatkan pendampingan. Prinsip kerahasiaan juga menjadi perhatian dalam penguatan layanan BK di madrasah.
Dasar pelaksanaan kegiatan Bimbingan dan Konseling tercantum pada Permendikbud RI Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Permendiknas RI Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
Ketentuan dan kebijakan Kementerian Agama yang berlaku bagi penyelenggaraan pendidikan dan layanan Bimbingan dan Konseling pada madrasah.
Untuk permasalahan yang membutuhkan penanganan lebih komprehensif, guru BK dapat melaksanakan konferensi kasus, yaitu pembahasan permasalahan peserta didik bersama pihak-pihak terkait sesuai kebutuhan. Selain itu, home visit atau kunjungan rumah dapat dilakukan sebagai bagian dari upaya memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai kondisi peserta didik sekaligus membangun komunikasi dan sinergi dengan orang tua/wali. Praktik home visit di lingkungan madrasah digunakan antara lain untuk memahami kendala peserta didik dan mencari solusi bersama keluarga.
Sementara itu, alih tangan kasus (referal) dilakukan apabila suatu permasalahan membutuhkan penanganan dari pihak yang memiliki kompetensi atau kewenangan lebih sesuai. Hal tersebut sejalan dengan prinsip layanan BK yang mengenal alih tangan kasus sebagai salah satu kegiatan pendukung ketika permasalahan peserta didik memerlukan bantuan pihak lain.
Melalui jadwal layanan BK Tahun Pelajaran 2026/2027 ini, MTsN 4 Batanghari berkomitmen menjadikan layanan Bimbingan dan Konseling bukan sekadar tempat menyelesaikan masalah, tetapi juga sebagai ruang tumbuh, ruang cerita, dan ruang pengembangan potensi peserta didik. Dengan kolaborasi antara guru BK, wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua, dan pihak terkait, diharapkan setiap peserta didik dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter, mampu mengambil keputusan secara bijak, serta memiliki arah masa depan yang lebih jelas.
BK hadir bukan untuk menghakimi, tetapi untuk mendampingi. Setiap siswa memiliki cerita, setiap cerita layak didengar, dan setiap potensi layak dikembangkan. Tim Humas - JN
|
38x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...