
Bajubang, Jum'at (21/02/2025), peserta didik kelas VIII A MTSN 4 Batang Hari mengikuti pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Kali ini materi yang diberikan adalah tentang Konflik dan Integrasi.
Seperti biasanya, kegiatan belajar diawali dengan doa, muroja'ah juz 30 dan pembacaan sholawat. Memasuki materi, peserta didik dipersilahkan untuk memperhatikan gambar dan berita tentang konflik di Indonesia. Destia Rizki, S.E selaku guru IPS menyampaikan tujuan pembelajaran yang diharapkan setelah prserta didik mrmpelajari materi konflik dan integrasi, yaitu peaerta didik memahami cara mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan.
Peserta didik VIII A dibagi menjadi tiga kelompok. "Nama kelompok kami adalah kelompok emosian" Tutur Ina Anggriyani siswi kelas VIII A. Guru membebaskan peserta disik untuk memberi nama kelompoknya masing-masing. Setiap anggota kelompok ditugaskan untuk mencari satu konflik yang terjadi di Indonesia. Kemudian konflik tersebut ditulisakan di kertas HVS beserta hasil analisisnya.
Dari hasil pencarian dan analisis tentang konflik di Indonesia. Peserta didik dapat mengambil pelajaran. Seperti Ina Anggraini yang menyampaikan kesan pembelajaran yang dapat disimpulkannya. Ina menyimpulkan bahwa konflik di Indonesia pernah terjadi dalam berbagai bentuk seperti:
1.konflik sosial
2.konflik politik
3.konflik agama
Ina sendiri memilih konflik Poso sebagai bahan analisisnya yang akan dituangkan ke dalam lembaran kliping. Konflik Poso adalah sebutan serangkaian kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Poso , Sulawesi Tengah.
Peristiwa konflik Poso dimulai dari sebuah bentrokan kecil antarkelompok pemuda sebelum menjadi kerusahan bernuansa agama. Dari peristiwa ini , dirincai bahwa terdapat 557 korban tewas, 384 terluka, 7.932 rumah hancur, dan 510 fasilitas umum terbakar. Kerusuhan ini berakhir pada 20 Desember 2001 dengan ditandangani Deklarasi Malino antara kedua belah pihak.
Sementara peserta didik lainnya memilih untuk menganalisis konflik lainnya, seperti Konflik Sampit, Konflik Aceh, dan lainnya. Diharapakan melalui pembelajaran dengan metode Problem Based Learning ini, peserta didik dapat memetik pemahaman bermakna, bahwasanya perbedaan harus disikapo dengan bijaksana agar tercipta hubungan dan kondisi yang harmonis.
(Kontributor: Ina. Editor : Dst)
|
206x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...