
Bajubang, 23 September 2025 – Belajar sejatinya tidak selalu harus dilakukan di bangku sekolah atau melalui pembelajaran formal. Terkadang, ada hal-hal baru yang belum kita ketahui, dan menariknya, ilmu itu justru datang dari orang yang lebih muda atau dari pengalaman sehari-hari.
Hal inilah yang tampak dalam kegiatan diskusi teman sejawat di MTsN 4 Batang Hari yang mempertemukan berbagai sudut pandang dan pengalaman antar guru. Suasana diskusi penuh dengan semangat berbagi, saling mengisi kekurangan, serta membuka wawasan baru.
Sebagai contoh, interaksi antara Ibu Rumini, S.Ag dan Ibu Tauhidatul Istiqomah, S.Pd menjadi bukti bahwa proses belajar tidak mengenal usia maupun senioritas. Meski berbeda generasi – ada yang lebih senior dan ada yang lebih junior – namun keduanya mampu saling memberikan pengetahuan. Ibu Rumini dengan pengalaman panjangnya di dunia pendidikan, dan Ibu Tauhidatul dengan penguasaan teknologi serta pendekatan pembelajaran yang lebih segar.
“Kadang kala, kita merasa sudah cukup tahu. Namun ternyata ada hal-hal yang generasi lebih muda kuasai lebih dulu, khususnya dalam bidang teknologi informasi. Dari sanalah kita belajar bahwa guru bisa saja berasal dari siapa saja, asalkan ada niat berbagi,” ujar salah satu peserta diskusi.
Fenomena ini sekaligus menegaskan bahwa zaman terus berkembang. Perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat menuntut semua orang untuk terus menambah wawasan, menyesuaikan diri, dan tidak merasa cukup dengan ilmu yang sudah ada.
Diskusi sejawat seperti ini bukan hanya memperkaya pengetahuan, melainkan juga mempererat ikatan kekeluargaan antar pendidik. Para guru tidak hanya bertukar pikiran mengenai metode mengajar, tetapi juga berbagi pengalaman hidup, saling memberi motivasi, hingga membicarakan strategi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Kepala MTsN 4 Batang Hari, M. Husni Thamrin, S.Ag., M.S.I, menyampaikan apresiasinya atas semangat belajar para guru. “Belajar adalah proses seumur hidup. Diskusi seperti ini menjadi bukti bahwa kita harus terus terbuka, mau belajar dari siapa saja, baik dari yang lebih senior maupun dari yang lebih junior. Dengan begitu, kita siap menghadapi perubahan zaman,” tegasnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan kesepahaman bersama: bahwa belajar adalah perjalanan tanpa akhir. Selama masih ada kemauan untuk menerima ilmu, maka setiap pertemuan, setiap interaksi, bahkan dengan teman sejawat sekalipun, bisa menjadi ruang belajar yang berharga.By Asmia
|
113x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...