
Bajubang, 28 September 2025 — Tanaman pohon pisang yang tumbuh subur di lahan "Kitela" (Kita Tengok Lahan) milik MTsN 4 Batang Hari bukan sekadar tanaman biasa. Di balik daun hijau yang lebar dan buah yang manis, pohon pisang ternyata menyimpan sejuta manfaat yang kini mulai dimanfaatkan oleh warga Madrasah.
Lahan Kitela, yang awalnya hanya sebidang tanah kosong, kini berubah menjadi ruang hijau edukatif yang penuh nilai ekonomi, lingkungan, dan edukasi. Salah satu tanaman yang paling menonjol adalah pohon pisang yang tumbuh dengan subur berkat perawatan intensif dari guru dan siswa melalui program Madrasah hijau.
1. Edukasi dan Praktik Pertanian
Pohon pisang di Kitela menjadi sarana belajar langsung bagi siswa dalam mata pelajaran IPA dan Prakarya. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan cara menanam, merawat, dan memanen tanaman. Proses ini membantu menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan memperkenalkan konsep pertanian berkelanjutan.
2. Ekonomi Kreatif Madrasah
Buah pisang hasil panen dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi kreatif Madrasah. Beberapa diolah menjadi keripik pisang, bolu pisang, dan jus sehat yang dijual di koperasi Madrasah. Hasil penjualannya digunakan kembali untuk pengembangan lahan Kitela dan kegiatan OSIS, menciptakan siklus ekonomi yang produktif.
3. Manfaat Lingkungan
Pohon pisang dikenal sebagai tanaman yang mampu menjaga kelembapan tanah, mencegah erosi, dan menyerap karbon dioksida. Di lahan Kitela, kehadiran pohon pisang memberikan nuansa asri dan sejuk, serta membantu menjaga ekosistem mikro di lingkungan sekolah.
4. Limbah Bernilai Guna
Menariknya, hampir seluruh bagian pohon pisang bisa dimanfaatkan. Daunnya digunakan sebagai pembungkus makanan tradisional, batangnya bisa dijadikan kompos alami, dan bahkan jantung pisangnya bisa diolah menjadi lauk bergizi. Tak ada yang terbuang, semuanya dimaksimalkan.
Kepala MTsN 4 Batang Hari, M.Husni Thamrin,S.Ag.,M.S.I menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme siswa dan guru dalam mengelola Kitela. “Kami ingin menjadikan Madrasah bukan hanya tempat belajar di dalam kelas, tapi juga tempat tumbuhnya kepedulian terhadap alam dan potensi ekonomi lokal,” ujarnya.
Dengan segala manfaat yang diberikan, pohon pisang di lahan Kitela bukan hanya tumbuh sebagai tanaman, tetapi juga sebagai simbol kemandirian, kreativitas, dan cinta lingkungan bagi seluruh warga MTsN 4 Batang Hari. (NS)
|
66x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...